Pages

Minggu, 21 Oktober 2012

Ketika Aku Jatuh Cinta


Ketika kujatuh cinta, berjuta rasanya, ada indah, gelisah, dan gama. Selalu, ketika kujatuh cinta, hatiku selalu berdebar gembira. Terkadang, hati gelisah, karena rasa rindu yang teramat dalam. Hati tidak terlalu berharap, asalkan ada dia disampingku. Tak ingin sakit, kucoba tuk lupakan tapi ku tak bisa, hal itu wajar dan sungguh sial. Justru jika cinta itu tidak benar, maka rasa ambisi yang kuat namun sesaat, tapi bukan seperti itulah jatuh cinta, dan aku tak percaya cinta pandangan pertama, karena semua butuh proses.

Asalkan ada dia, bertemu setiap hari itu cukup, asal melihat senyumnya itu menjadi kekenyangan dihati. Terkadang hati yakin untuk tidak mendapatkannya, entah mengapa, namun kurasa itu bukan pesimistik atau apa, maka cintaku hanya untuk berharap. Selalu, karena salah tingkah, karena malu, karena tak ada keyakinan semua jadi kacau, harapan semakin pudar, tapi aku pasrah, itu semua urusan Tuhan.

Ketika kujatuh cinta, setiap malam kuimpikannya, anganku untuknya. Diiringi lagu mellow penambah rasa, semua semakin jelas bahwa aku jatuh cinta. Terkadang suara merdu cinta menjadi pengiring rasa perihku karena jatuh cinta. Semua kata terucap dari hati, dan kutuliskan diserobek kertas dan semua berakhir pada curahan hatiku.

Ketika kujatuh cinta, ingin memiliki sudah pasti, tapi sekedar memandangnya, menyentuhnya itu yang kumau, itu cukup. Aku tak mampu memilikinya, tapi aku tak rela dia dimiliki oranglain. Egois, tapi kuberfikir itu resiko. Huh, ketika kujatuh cinta, semua menjadi campur rasa.

Ketika kujatuh cinta, aku selalu cari perhatiannya, haha lucu sekali. Terkadang aku pura-pura jutek agar aku tak terkesan murah, terkadang tak sadar aku sampai hyper aktif. Huh, ketika kujatuh cinta, terkadang indah dan terkadang gama. Yang paling utama dalam cinta adalah rindu, rindu yang sangat berat, itu yang sulit aku kendalikan.

Ketika kujatuh cinta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar